Satelit Cuaca

Satelit cuaca merupakan salah satu peralatan observasi yang paling inovatif dan serbaguna serta dirancang untuk dapat beroperasi di ruang angkasa dalam waktu yang cukup lama, bahkan dapat bertahan selama bertahun-tahun dimana hasil pengamatan cuaca tersebut masih membutuhkan kemampuan interpretasi dari seorang prakirawan (Forecaster) guna memperoleh informasi yang lebih tepat dan akurat.

Dengan kata lain satelit cuaca memudahkan prakirawan (forecaster) untuk memprediksikan daerah-daerah mana yang terdapat awan, front, hujan, dan fenomena lain yang sangat berguna bagi kepentingan umum terutama dalam memberikan informasi cuaca yang tepat dan akurat bagi masyarakat luas.

Satelit cuaca adalah sejenis satelit buatan yang digunakan untuk mengawasi cuaca dan iklim bumi. Satelit meteorology biasanya mengamati awan dan sistem awan. Sedangkan cahaya perkotaan, kebakaran, polusi, cahaya aurora, badai pasir dan debu, tumpukan salju, pemetaan es, gelombang samudra, pembuangan energi, juga merupakan informasi yang dikumpulkan oleh satelit cuaca. Dalam literature yang lain disebutkan bahwa satelit meteorologi berfungsi pengindra jarak jauh (VIS & IR) untuk membantu pengamat cuaca memantau kondisi atmosfer seperti awan, badai, suhu dalam skala yang luas.

Tipe satelit

Ada dua jenis tipe dasar satelit meteorologi:

  1. Geostationary Satellite

      Satelit ini mengorbit di khatulistiwa pada tingkat kecepatan putar yang sama dengan rotasi bumi. Mereka mengorbit pada ketinggian 36000 km diatas titik tetap di permukaan bumi (gambar 1). Karena posisinya yang tetap, satelit ini mampu memonitor suatu region secara terus-menerus.

Contohnya adalah GOES 9 (Geostationary Operational Environmental Satellite) yang merupakan satelit GOES terbaru dan diluncurkan pada tanggal 23 mei 1995.

Citra yang diperoleh satelit ini merupakan citra real time, artinya begitu kamera mengambil gambar maka langsung ditampilkan , sehingga memungkinkan forecaster untuk memonitor proses dari sistem cuaca yang besar seperti fronts, storms and hurricanes. Arah dan kecepatan angin juga bisa diperkirakan berdasar monitoring pergerakan awan.

  1. Polar Orbiting Satellites

Satelit ini mengorbit hampir paralel dengan garis meridien bumi (gambar 2). Mereka melewati kutub utara dan kutub selatan bumi tiap kali revolusi bumi. Saat bumi berotasi menuju timur dibawah satelit, tiap monitor mengoperkan gambar ke barat sehingga menghasilkan gambar dengan area yang lebih besar.

Satelit polar memiliki keuntungan dalam memotret perawanan yang tepat berada dibawah mereka. Gambar satelit geostasioner untuk daerah kutub terdistorsi disebabkan sudut penglihatan satelit yang sempit kekutub. Satelit polar juga berputar pada ketinggian yang lebih rendah (-+ 850 km) sehingga mampu menyediakan informasi badai dan sistem perawanan yang lebih mendetail.

Jenis-jenis Citra Satelit Cuaca

Citra satelit cuaca merupakan gambaran rekaman daerah liputan awan di suatu daerah dimana citra tersebut terekam dalam sensor dengan menggunakan saluran yang sebagian besar merupakan saluran tampak (visible) dan saluran inframerah (IR).

Sesuai tujuan awal untuk membantu manusia melakukan peramatan perawanan, citra satelit terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan cara kerja dan sinar yang dipakai.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Ada dua cara satelit cuaca memperoleh data, ialah dengan merekam sinaran tampak dengan kamera televisi dan perekaman sinaran infra merah dengan menggunakan radiometer.

  1. Citra Visible

Semua benda karena menerima sinaran dari matahari dapat menjadi sumber sinaran kedua (gambar 3). Sinaran dari matahari oleh benda itu umumnya sebagian diteruskan, sebagian diserap dan sebagian dipantulkan kembali sewaktu sinaran tersebut mengenai benda tersebut, sedangkan yang diserap dipancarkan kembali pada saat itu atau pada saat berikutnya. Dari sinaran yang dipantulkan, menjadikan benda tersebut dapat dilihat secara langsung baik oleh mata atau oleh alat.

Mata mampu melihat benda apabila benda tersebut memantulkan cahaya sinaran dengan panjang gelombang 0,4 – 0,7 mikrometer sedangkan alat dapat melihat berbagai panjang gelombang. Sinaran dengan panjang gelombang 0,4 – 0,7 mikrometer tersebut dinamakan sinaran sinaran gelombang tampak (untuk mata).

Umumnya satelit cuaca menggunakan alat yang dapat menerima sinaran pantul gelombang 6 mikrometer. Sinaran dengan panjang gelombang 6 mikrometer ini dipandang paling baik, karena secara nisbi gelombang ini sedikit sekali mengalami hamburan di atmosfer.

Dengan alat ini yang direkam adalah banyaknya sinar pantulan atau albedo dari bendanya. Setiap benda, termasuk berbagai jenis awan mempunyai albedo yang besarnya berbeda – beda. Perbedaan ini karena jenis permukaan dan struktur yang berbeda – beda. Oleh karena itu banyak dan sedikitnya albedo dari suatu permukaan dapat digunakan untuk membeda – bedakan benda atau awan yang memantulkan sinaran tersebut. Dengan kamera sinar tampak ini, benda atau awan yang paling banyak albedonya tampak paling putih. Awan Cumulonimbus (Cb) mempunyai albedo paling besar (- 92 dan Cumulus di cuaca cerah di atas permukaan daratan mempunyai albedo paling kecil (-29)

Citra ini serupa dengan seolah-olah kita mengambil potret hitam-putih dari bumi. Bagian yang terang menunjukkan dimana sinar matahari dipantulkan kembali keangkasa akibat awan dan liputan salju.

Berdasarkan citra ini awan dan salju terlihat sebagai warna yang cerah dan semakin tebal awan semakin cerah warnanya. Permukaan bumi ditampilkan sebagai abu-abu dan lautan nyaris mendekati hitam. Keterbatasan utama dari citra visible adalah ketersediaannya hanya pada waktu siang hari.

  1. Citra Infra Merah

Berbeda dengan data tampak, data infra merah diperoleh dengan cara merekam sinaran infra merah yang dipancarkan benda (awan) dengan menggunakan radiometer (gambar 4).

Sinaran infra merah ini dipancarkan oleh benda karena benda tersebut telah menyerap sebagian sinaran matahari yang jatuh pada benda itu.

Banyaknya sinaran infra merah sebanding dengan suhu benda yang memancarkannya. Bila benda memancarkan kembali energi sinaran yang pernah diserap, maka banyaknya energi sinaran tersebut sebanyak (Hukum Stefan Boltzmann). Makin sedikit benda menyerap sinaran, makin sedikit sinaran infra merah yang dipancarkan kembali dan makin rendah suhu benda tersebut.

Bila untuk memperoleh albedo, yang diambil adalah gelombang 6 mikrometer, untuk memperoleh data sinaran infra merah diambil gelombang dengan panjang gelombang sekitar 10,5 sampai 12,5 mikrometer. Gelombang ini tidak atau sedikit sekali diserap atmosfer, tetapi banyak diserap / dipancarkan oleh butir-butir awan. Dari foto infra merah yang dihasilkan oleh radiometer, menunjukkan bahwa makin rendah suhunya, warna foto makin putih.

Seperti telah diuraikan, radiometer yang dipasang di satelit mengukur banyaknya sinaran infra merah yang sampai ke satelit. Sinaran tersebut berasal dari berbagai benda di permukaan bumi dan di dalam atmosfer. Oleh karena itu sering terlihat bahwa benda yang berlainan tetapi bersuhu sama tinggi, terlihat dalam warna yang sama.

Dengan demikian pengukuran yang mendekati pada benda yang bersangkutan dapat diperoleh apabila benda tersebut jauh lebih luas daripada benda-benda yang lain di sekitarnya.

Untuk awan yang terpencar, sinarannya banyak tercampur dengan sinaran benda lain sehingga suhu yang diperhitungkan sering lebih tinggi dari sebenarnya. Jadi perlu diketahui bahwa perbedaan warna dalam foto tampak (visible) menyatakan perbedaan daya pantul dan perbedaan warna dalam foto infra merah (IR) menyatakan perbedaan suhu.

Citra ini berdasarkan panas radiasi. Dengan kata lain semakin hangat permukaan, semakin banyak radiasi inframerah yang terjadi. Hasilnya pada citra adalah, semakin dingin permukaan maka semakin terang dan sebaliknya semakin panas maka semakin gelap.

Pada prakteknya puncak awan akan semakin dingin sehingga terlihat sebagai warna terang dan permukaan tanah yang lebih hangat terlihat gelap. Dengan cara ini awan rendah akan terlihat abu-abu dan awan yang lebih tinggi akan terlihat lebih terang. Kerugiannya adalah sulit membedakan fog/kabut dengan daratan biasa karena suhunya yang serupa. Keuntungan utamanya adalah ketersediaannya 24 jam sehari.

Pengembangan citra satelit infra merah dengan menekankan pada area awan dan puncak awan terdingin lebih dikenal dengan Enhanced Infrared Satellite Image (gambar 5). Karena citra inframerah bisa untuk membedakan tinggi awan, dimanfaatkan dengan menerangi bagian awan dengan warna yang lebih cerah dan beberapa warna buatan.

Tanda tebal pada atas batangan merepresentasikan 10º Celsius meningkat mulai dari 5º Celcius pada bagian kiri menuju -110 C dikanan (gambar 7). Sedangkan dengan mengkombinasikan citra infra merah dan citra visible dicoba untuk menggabungkan keunggulan masing-masing dan menghilangkan kelemahannya yang lebih dikenal dengan Composite Visible-Infrared Satellite Image.

Bagian dasar adalah citra visible, kemudian ditambahkan citra inframerah (T <-32º Celcius) menggunakan pola strip. Dengan ini bisa didapatkan area dengan awan dingin/tinggi pada citra visible (gambar 6).

1358892624

 

Keterangan gambar:

  1. Geostationary Satellite
  2. Polar Orbiting Satellite
  3. Visible image
  4. Infra Red image
  5. Enhanced Infra Red image
  6. Visible – Infra Red image
  7. Skala Enhanced Infra Red image

Daftar Pustaka

  • Mayasari, Agatha. 2005. Interpretasi Citra Satelit Cuaca di Daerah Jabotabek Berdasarkan suhu kandungan uap air yang terdapat di awan. Laporan akhir Taruni jurusan Meteorologi, Akademi Meteorologi dan Geofisika. Jakarta, Tidak dipublikasikan.
  • Satelit cuaca. 2009. http://www.wikipedia.com/html/_20php [22 juni 2009]
  • R Kelkar. Satellite Meteorology. 2006 .
  • Citra Awan Satelit Cuaca. 2008. http://miftahulmunir.wordpress.com/ [13 Mei 2008]

 

Sumber ://www.fisikanet.lipi.go.id/

Tugas & Fungsi BPBD (#2)

BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah dimana BPBD  Provinsi  dan  BPBD  Kabupaten/Kota  dipimpin oleh Kepala  Badan  secara  ex-officio  dijabat  oleh Sekretaris Daerah.

TUGAS

BPBD sebagaimana dimaksud diatas, mempunyai tugas :

  1. Menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi secara adil dan setara.
  1. Menetapkan standarisasi, serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan Peraturan Perundang-undangan.
  1. Menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana.
  1. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana.
  1. Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Kepala Daerah setiap bulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana.
  1. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang, serta mempertanggungjawabkan penggunaannya.
  1. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
  1. Melaksanakan    kewajiban   lain   sesuai  dengan   Peraturan   Perundang-undangan.

 

FUNGSI

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, BPBD mempunyai fungsi :

  1. Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat, efektif dan efisien.
  1. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh.
  1. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

16logo_bpbd

 

Sumber : Permendagri No 46 Tahun 2008

bersambung ke # 3 

Dasar Hukum Pembentukan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi dan Kota/Kabupaten (# 1)

DASAR HUKUM

  1. UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 No 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UU No 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 No 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No 4844) Pasal 25 UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
  1. UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 No 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No 4723).
  1. PP No 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
  1. PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 No 82 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No 4737).
  1. Perpres No 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
  1. Kepmendagri No 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Permendagri No 25 Tahun 2008.
  1. Permendagri No 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
  1. PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008 No. 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4828).

 

16logo_bpbd

 

Sumber ://hukum.unsrat.ac.id

bersambung ke # 2

 

Aplikasi ISS : Aplikasi Astronomi Pada Android Untuk Mencari Posisi Keberadaan Satelit Ruang Angkasa ISS

Karena ISS bergerak sangat cepat, sekitar 92 menit untuk mengitari satu putaran bumi. Pada garis hijau ditunjukan sekitar 50 menit lagi International Space Station akan mendekat dari keberadaan smartphone atau tablet.

Bagaimana cara menggunakan aplikasi ISS?

Bila ingin mengbadikan gambar, bisa dilihat pada jadwal di N2yo.com. Pilih satelit Zarya (ISS) dan track kemungkinan kemunculan dalam 5 hari kedepan. Data dari N2yo.com akan ditambahkan cahaya yang akan tampak dan kekuatan cahaya dalam Magnitude. Cahaya akan terlihat bila mencapai -1, untuk -1.4 akan sangat terlihat, dan -2 keatas maka cahaya ISS seperti bintang dan menyala bergerak dilangit.

Lintasan ISS dari dari penampakan sampai menghilang sekitar 5 menit. Tapi tergantung posisi, bila posisi disebut antara 40 derajat artinya ISS akan terlihat melintas cahayanya di sudut 40 dari 0 horizontal naik ke 40 derajat . Bila disebutkan 80 derajat artinya lintasan berada diatas kepala atau hampir tegak lurus dari keberadaan anda.

Untuk mengunakan data perkiraan dari ISS buka aplikasi seperti tampilan dibawah ini lalu click bagian Visible, bila muncul artinya kemungkinan cahaya ISS dapat sesuai tanggal dan jam pada daftar.

astronomi-iss1

Kemudian akan tampil data tabel dibawah ini, sesuai tanggal, jam, dan ketinggian.

astronomi-iss2

Bagian Alarm di sebelah kiri atas dapat di set ke smartphone, ketika akan melintas maka smartphone anda akan berbunyi. Menunjukan ISS akan lewat dan terlihat dari posisi.

Bagaimana mengetahui lintasan ISS ketika lewat?

Pada aplikasi ISS ada satu fungsi untuk memperkirakan  lintasan ISS pada tanggal tertentu.

Misalnya sobat ingin mengambil tanggal 10 Oktober 2013 pada gambar diatas,
click tanggal pada tabel yang ada lalu akan tampil seperti gambar dibawah.

astronomi-iss3

Tanda hijau adalah lintasan ISS sesuai data GPS dari camera smartphone. Jadi kita tidak perlu menebak darimana cahaya akan tampak. Dan sudah mengarahkan camera atau akan melihat kemana arah kedatangan ISS dan dimana saja cahayanya akan terlihat.

Aplikasi ISS dapat di download via link dibawah ini :

play.google.com/store/apps/details?id=com.androidesimple.iss

 

Sumber ://obengplus.com/

 

Satellite AR : Aplikasi Astronomi di Android Untuk Melihat Posisi Satelit di Atas Garis Horisontal & Memberikan Arah Panah Posisi Keberadaan Satelit Yang Dituju

Tampilan layar dapat memperlihatkan letak satelit di Android, bersama gambar bintang lain. Atau hanya menunjukan posisi satelit saja.

Untuk mendownload aplikasi diatas dapat dilihat via play.google.com/store/apps/details?id=com.agi.android.augmentedreality

Tampilan Satellite AR dibawah ini :

astronomi-satellite-ar1

Bila data di download, seluruh satelit dapat terlihat di layar smartphone.

astronomi-satellite-ar2

Keunggulan dari aplikisi Satellite AR adalah dapat memperlihatkan posisi satelit langsung melalui layar smartphone atau tablet dengan pembanding posisi dari camera. Camera akan mengambil gambar secara live dan perkiraan letak satelit bisa terlihat di layar smartphone.

Fitur ini sangat memudahkan bagi mereka yang ingin mengabadikan sinar lampu dari ISS. Karena gerakan satelit dan stasiun luar angkasa dapat diperkirakan lebih mudah.

Khusus untuk mengamati ISS, aplikasi ini baru aktif dalam selang 2 menit sebelum ISS muncul di horison.

Contoh capture Satellite AR dengan camera diaktifkan dibawah ini :

astronomi-satellite-ar3

Sumber ://obengplus.com/

Skymap+ : Aplikasi Astronomi Pada Android Yang Langsung Menunjukan Posisi Bintang Di Layar Smartphone Atau Tablet

Memberikan data objek yang mendekat berdasarkan data NORAD. Termasuk mengikuti posisi ISS dan lainnya.

Untuk mendownload aplikasi bisa di download langsung via Play.google.com SkyMaps+

Tampilan yang berbeda dari Skymap + dibanding Skymap. Untuk mencari posisi satelit dibawah ini :

astronomi-skymap-plus

 

Sumber ://obengplus.com/

 

Menghitung Arah, Posisi Serta Jadwal Lintasan ISS (Internasional Space Station)

Kode satelit ISS diberikan nomor ID NORAD 25544 dengan nama Zarya

Tapi jadwal lintasan ISS dalam hitungan menit, karena ISS terus bergerak mengelilingi satu kali orbit bumi dalam waktu 92,9 menit dimana untuk melihat keberadaan ISS dapat dilihat pada peta N2Yo.com

Bila cuaca cerah, lintasan ISS dapat diabadikan seperti garis lurus seperti gambar  kiri

Data dari NASA dengan lintasan ISS. Perhatikan jam munculnya ISS adalah malam hari dengan ditandai dari 6-8 PM  (malam) sampai 4-6 AM (pagi). Cahaya ISS terlihat karena pantulan dari panel surya dari posisi matahari terbit dan terbenam.

Cahaya ISS terlihat antra waktu sore hari (setelah pukul 6 sore), dan sebelum belum matahari terbit di pagi hari antara jam 4:00-5:30 AM. Waktu terbaik adalah jam 4 pagi , atau jam 7 malam Indonesia.

Posisi ISS digambarkan dalam tabel munculnya di setiap lokasi, dimana posisi terbaik pada angka 70-90 derajat atau berada diatas kepala kita. Di daerah yang jauh dari polusi udara, lintasan bisa terlihat lebih mudah walau mencapai sudut lebih rendah 30 derajat.

Bisa di lihat posisi di N2YO.com & untuk belajar mengetahui garis lintang bisa dilihat via www.nasa.gov/centers/glenn/events/stsight.html

Bagaimana mengarahkan camera ke arah ISS?

Bisa dilihat pada koordinat tabel tengah dengan tanda derajat dan 2 kanan (kemunculan dan menghilang) . Untuk memudahkan mencari posisi ISS bisa di tracking dari aplikasi Android.

Dibawah ini aplikasi dari Android untuk menentukan keberadaan dan lintasan ISS. Bagi sobat yang ingin mengabadikan cahaya ISS dapat mengarahkan camera dengan kedua aplikasi dibawah ini :

a) Skymap+

Berguna untuk memberikan data objek yang mendekat berdasarkan data NORAD. Termasuk mengikuti posisi ISS dan lainnya.

b) Satelitte AR

Bila ISS sudah lebih dekat, posisi ISS lebih mudah diketahui dengan aplikasi ini. Aplikasi Satellite AR baru aktif dalam beberapa menit sebelum penampakan ISS. Termasuk arah yang terlihat dari camera dan garis animasi lintasan ISS.

c) ISS

Untuk melihat jadwal posisi keberadaan ISS terakhir dan kapan akan terlihat dari posisi pemilik smartphone atau tablet. Bisa digunakan sebagai waktu munculnya ISS dan track atau perkiraan lintasan dapat ditentukan sebelum kedatangan ISS.

Kapan cahaya tampak?

Mengunakan data dari N2YO.com akan digambarkan data seperti dibawah ini. Menunjukan angka magnitude -2.3 atau sangat terang (angka min artinya sangat terlihat dan dapat dilihat dengan mata). Misalnya tampak tertulis pada jam 17:48 – 17:58

Tapi jangan menunggu di arah munculnya ISS pada 17:48 ketika akan muncul. Baca pada bagian data kiri, bahwa magnitude baru mencapai 1.3 atau angka plus yang artinya belum terlihat. Tapi kita sudah harus siap terlebih dahulu dan menunggu datangnya sinar dari ISS.

Untuk mengabadikan dengan camera, cegat pada lintasan ditengah sebagai titik terbaik pada bagian ujung atau ketika tampak dan ketika menghilang biasanya lebih sulit terlihat.

Terakhir lihat elevation atau ketinggian, ditunjukan dalam sudut derajat. Angka seperti dibawah menunjukan 69,69, yang artinya lintasan dengan cahaya paling terang ada di atas atau mendekati vertikal diatas posisi camera.

30mencari-lintasan-iss3

 

Sumber ://obengplus.com/