Mekanisme Kerja Ponsel Saat Pengiriman SMS

Layanan SMS sangat populer dan sering dipakai oleh pengguna handphone. SMS menyediakan pengiriman pesan text secara cepat, mudah dan murah. Kini SMS tidak terbatas untuk komunikasi antar manusia pengguna saja, namun juga bisa dibuat otomatis dikirim/diterima oleh peralatan (komputer, mikrokontroler, dsb) untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Namun untuk melakukannya, kalian harus memahami dulu cara kerja SMS itu sendiri.

Short Message Service (SMS) adalah protokol layanan pertukaran pesan text singkat (sebanyak 160 karakter per pesan) antar telepon. SMS ini pada awalnya adalah bagian dari standar teknologi seluler GSM, yang kemudian juga tersedia di teknologi CDMA, telepon rumah PSTN, dan lainnya. Alur pengiriman SMS pada standar teknologi GSM adalah sebagai berikut.

Ketika pengguna mengirim SMS, maka pesan dikirim ke MSC melalui jaringan seluler yang tersedia yang meliputi tower BTS yang sedang meng-handle komunikasi pengguna, lalu ke BSC, kemudian sampai ke MSC. MSC kemudian mem-forward lagi SMS ke SMSC untuk disimpan. SMSC kemudian mengecek (lewat HLR – Home Location Register) untuk mengetahui apakah handphone tujuan sedang aktif dan dimanakah handphone tujuan tersebut.

 

Jika handphone sedang tidak aktif maka pesan tetap disimpan di SMSC itu sendiri, menunggu MSC memberitahukan bahwa handphone sudah aktif kembali untuk kemudian SMS dikirim dengan batas maksimum waktu tunggu yaitu validity period dari pesan SMS itu sendiri. Jika handphone tujuan aktif maka pesan disampaikan MSC lewat jaringan yang sedang meng-handle penerima (BSC dan BTS).

Sebenarnya, di dalam kebanyakan handphone dan GSM/CDMA modem terdapat suatu komponen wireless modem/engine yang dapat diperintah antara lain untuk mengirim suatu pesan SMS dengan protokol tertentu. Standar perintah tersebut dikenal sebagai AT-Command, sedangkan protokolnya disebut sebagai PDU (Protokol Data Unit). Melalui AT-Command dan PDU inilah kita dapat membuat komputer/mikrokontroler mengirim/menerima SMS secara otomatis berdasarkan program yang kita buat. (http://iptek.web.id)

Biasanya ini karena ada ‘kemacetan’ arus data. Biasanya ini terjadi kalo kalian mengirimkan pesan ke nomor yang dibawah naungan operator lain.
Jadi seharusnya prosesnya begini :

  • Kalian tekan tombol ‘Send‘ di HP kalian, dan HP kalian mengirimkan pesan ke operator kalian.
  • Operator kalian menerima pesan.
  • Operator kalian mengirimkan sinyal bahwa pesan telah diterima operator kalian.
  • HP menerima sinyal tersebut dan mengakui bahwa ‘Pesan Terkirim(Sent).
  • Operator kalian mengirimkan pesan tersebut ke operator lain.
  • Operator lain menerima pesan itu.
  • Operator lain mengirimkan sinyal bahwa pesan sudah diterima.
  • Operator kalian menerima sinyal itu.
  • Operator kalian mengirimkan sinyal ke HP anda memberitahukan kalo pesan sudah sampai (delivered).

Nah, dalam kasus kalian ini, yang nomor 7 atau 8 tidak terlaksana akibat padatnya arus komunikasi dan akhirnya operator kalian merasa bahwa pesan tak kunjung diterima dan akhirnya di beri status Pending, padahal pesan sudah sampai.

 

Sumber : //berbagipintar.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s