Pelatih-Pelatih Terbaik Eropa Musim 2010/11

Liga-liga di Eropa telah hampir berakhir seluruhnya, dan pemenang-pemenangnya telah ditentukan. Di balik kegemilangan sebuah tim meraih prestasi, selalu ada otak di balik itu semua. Ya, itulah hasil kerja manajer atau pelatih yang meracik taktik dan strategi yang sangat menentukan sebuah tim bermain. Kehebatan sebuah tim adalah hasil kehebatan seorang pelatih.

Nah, berikut ini merupakan pelatih-pelatih yang kami anggap merupakan yang terbaik di musim 2010/2011 ini. Penilaiannya tentu berdasarkan prestasi mereka dan peran mereka di tim masing-masing musim ini. Siapa saja mereka?

ANDRE  VILLAS – BOAS  (FC. PORTO)


Nama ini seakan terus bergaung di akhir musim ini, hal ini tak lepas dari prestasi menakjubkan yang ia torehkan di usianya yang tergolong sangat muda sebagai peracik strategi sebuah tim. Villas-Boas musim ini benar-benar membuat Porto merasa sangat beruntung mempercayainya.

Di musim debutnya, ia membawa Porto menjuarai Liga Portugal yang ke-25 kalinya sepanjang sejarah, meraih gelar Piala Super Portugal 2010, hanya beberapa minggu setelah penunjukkannya sebagai pelatih Porto dan yang terbaru adalah menjuarai Liga Europa 2010/2011 pada Rabu (18/5) lalu.

Ia pun menjadi pelatih termuda yang menjuarai kompetisi Eropa, ia berusia 33 tahun dan 213 hari ketika anak asuhnya mengangkat trofi Liga Europa di Aviva Stadium, Dublin Irlandia.

Tak heran kini ia menjadi incaran klub-klub besar Eropa, termasuk Chelsea dan Juventus. Lalu, apa kata orang-orang tentang Villas-Boas?

Leonid Slutsky, pelatih CSKA Moskow (tim yang disingkirkan Porto di babak 16 besar Liga Champios musim ini) :

“Ia memainkan sepakbola modern, sangat cepat, sangat rapat, dengan hanya menyisakan jarak yang sedikit antar lini dan juga sangat mengandalkan fisik. Hanya sedikit tim yang mampu bermain sepakbola seperti ini.”

Mickey Walsh, mantan striker Porto :

“Apa yang Villas-Boas telah lakukan sebagai pelatih Porto adalah luar biasa. Ia mengalahkan banyak rekor dan timnya tak terkalahkan di liga. Ia akan berada di daftar incaran banyak klub.”

MASSIMILIANO  ALLEGRI  (AC MILAN)


Apa yang ada dalam benak fans AC Milan ketika nama Allegri diumumkan akan menjabat sebagai pelatih tim tersebut di awal musim ini? Kaget, jelas. Dan itu wajar. Allegri bisa dibilang “bukan siapa-siapa” sebelum berada di Milan musim ini. Ia hanyalah pelatih yang biasa melatih tim-tim kecil di Italia yang mungkin namanya saja belum pernah kalian dengar sebelumnya, seperti Aglianese, Grosseto, dan Sassuolo. Pencapaian paling tinggi adalah ketika ia ditunjuk melatih Cagliari di Serie A. Jadi wajar jika pendukung Milan harap-harap cemas dengan “kenekatan” manajemen Milan dengan penunjukkan Allegri.

Tetapi segala keraguan itu ia hapuskan di akhir musim ini. Di musim debutnya melatih klub besar, Allegri langsung sukses mempersembahkan gelar scudetto musim ini, sekaligus menghapus dahaga Milan setelah tujuh musim tanpa gelar juara liga. Ia pun disebut-sebut sebagai otak kesuksesan Milan musim ini.

Apa kata orang-orang tentang Allegri?

Franco Baresi, legenda Milan :

“Max (Massimiliano Allegri) adalah penggabungan Carlo Ancelotti dan Fabio Capello. Ia mampu melakukan start yang bagus dalam petualangannya di Milan, ia juga mampu membuat sebuah pondasi untuk membentuk tim yang kompetitif di kompetisi Eropa. Ia berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap orang, termasuk beberapa pemain yang tak pernah banyak mendapatkan porsi bermain di musim sebelumnya.”

Fabio Capello, mantan pelatih Milan, pelatih timnas Inggris :

“Saya menyukai hasil kerjanya. Ia sukses membentuk sebuah grup yang sempurna dan kalian bisa melihat betapa kompaknya mereka jika melihat cara mereka merayakan scudetto. Kalian harus mengagumi keputusan-keputusan penting yang ia ambil, ia memiliki keberanian. Kalian tak akan kemana-mana tanpa keberanian.”

JOSEP  GUARDIOLA (BARCELONA)


Ketika Jose Mourinho resmi menjadi pelatih Real Madrid, banyak orang bertanya-tanya, apakah ia mampu menyudahi superioritas Barcelona musim ini? Jawabannya ternyata belum cukup mampu. Mourinho memang sukses meraih gelar Copa Del Rey musim ini setelah mengalahkan Barca di final, tetapi ia menjadi pecundang di dua kompetisi melawan tim asal Catalan tersebut yaitu Liga Champions dan La Liga.

Mourinho tak berdaya menghadapi laju anak asuh Pep Guardiola di dua ajang tersebut, dan dengan posisi 2-1 untuk Pep, Mourinho pun menjadi pecundangnya. Hasil musim ini sekaligus mengonfirmasi keistimewaan Pep Guardiola sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa.

Ia sukses mengantarkan Barca juara liga untuk ketiga kalinya dalam tiga musim terakhir, dan mengantarkan timnya tersebut ke final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir. Kecermelangan Barca bukan hanya disebabkan oleh kehebatan Xavi atau Messi saja, lebih dari itu kepintaran Guardiola membuat strategi dan taktik di saat-saat penting seperti versus Real Madrid musim ini pun sangat berpengaruh bagi prestasi Barca.

Apa kata mereka tentang Guardiola?

Frank de Boer, mantan pemain Barcelona, pelatih Ajax Amsterdam :

“Saya mengikuti karir Guardiola sebagai pelatih Barcelona sangat dekat sejak ia memulai karirnya. Ia sosok yang luar biasa dan contoh yang sempurna bagi pelatih-pelatih muda lainnya. Ia telah menunjukkan bahwa pelatih muda pun bisa meraih sukses di level tertinggi.”

Mario Kempes, legenda Argentina :

“Apa yang dilakukan Guardiola sebagai pelatih Barcelona sangat spektakuler. Timnya tak melulu soal kemenangan, tetapi juga permainan spektakulernya.”

KENNY  DALGLISH  (LIVERPOOL)


Liverpool seakan berada di neraka ketika Roy Hodgson memimpin mereka: berada di area degradasi dan memiliki poin terendah sejak musim 1953/1954 di saat pergantian tahun. Sampai akhirnya, pelatih-pemain legendaris Liverpool, Kenny Dalglish ditunjuk untuk menggantikan Hodgson di bulan Januari. Dalglish yang telah 11 tahun tak melatih memang diragukan pada awalnya, tetapi pria berjuluk ‘King Kenny’ ini kemudian membuktikan kemampuannya belum pudar dengan membawa Liverpool ke posisi keenam klasemen di bawah Tottenham Hotspur.

Dalglish seperti melakukan pekerjaannya dengan sempurna: ia membawa Liverpool hanya kalah dalam tiga pertandingan semenjak ia memimpin. Ia juga mengembalikan permainan menyerang khas Liverpool dengan mengganti striker yang kehilangan performanya seperti Fernando Torres dengan muka-muka fresh seperti Luis Suarez dan Andy Carroll.

Dan yang mungkin membuat orang-orang asli Liverpool bahagia, Dalglish juga banyak mempercayakan pemain-pemain binaan klub untuk masuk di tim utama. Sebut saja Jay Spearing, Martin Kelly, dan John Flanagan, tiga pemain yang ia percayakan untuk bermain bersama tim utama di masa kepemimpinannya. Melihat hasil hebat yang ia berikan bagi Liverpool, maka tak heran manajemen klub kemudian memberikan kontrak permanen bagi dirinya. Masa depan Liverpool sepertinya cerah ditangan Dalglish.

Apa kata mereka tentang Dalglish?

Roberto Mancini, manajer Manchester City :

“Dalglish adalah seorang manajer yang fantastis. Dulu ia juga pemain yang luar biasa, saya mengingatnya dengan jelas. Liverpool adalah tim yang sangat kuat, terutama ketika mereka bermain di kandang.”

Steven Gerrard, kapten Liverpool :

“Sebelum ia datang kami tahu kami mengalami masa yang buruk dengan hasil-hasil buruk yang kami terima. Enam bulan terakhir semuanya menjadi positif. Ia sangat terkenal di antara pemain dan saya pikir ia merupakan seorang yang terkenal secara umum. Semua orang tahu pengetahuannya, pengalamannya, dan apa yang telah ia lakukan di sepakbola. Kami sekarang bisa melihat masa depan yang lebih cerah.”

SIR  ALEX  FERGUSON  (MANCHESTER  UNITED)


Tak ada alasan tidak memasukkan Ferguson ke dalam pelatih terbaik musim ini, karena prestasi Manchester United musim ini seakan sudah cukup untuk membuktikannya. Fergie sukses membawa United meraih gelar juara liga musim ini, sekaligus menjadikan United sebagai klub tersukses di Inggris dengan melewati 18 gelar juara liga yang dimiliki Liverpool. Dan dengan skuad yang serba terbatas, ia sukses mengantarkan United melewati 29 pertandingan tanpa kekalahan di liga musim ini.

Rotasi pemain yang ia lakukan seakan tanpa cacat, ia mengetahui betul rotasi macam apa yang dibutuhkan United agar tetap bugar tetapi tetap konsisten. Ia juga kembali menunjukkan kepintarannya membeli pemain Javier ‘Chicharito’ Hernandez yang ia beli dengan hanya 6 juta pounds dan menyulapnya menjadi mesin gol baru Setan Merah. Terakhir, ia kembali membawa timnya ke final Liga Champions. Sekali lagi, dengan skuad yang terhitung serba terbatas.

Ia membawa Manchester United untuk tetap konsisten meskipun dengan permainan yang sama sekali tak istimewa. Hasilnya, meskipun kurang meyakinkan, United tetap menjuarai Liga Premier Inggris.

Apa kata mereka tentang Alex Ferguson?

Peter Schmeichel, kiper legendaris Manchester United :

“Saya menganggapnya sebagai manajer terbaik di dunia. Ia seseorang yang mampu melihat kemampuan seorang pemain. Ia juga mampu menaikkan semangat di ruang ganti. Ia membuat kami percaya kami adalah tim terbaik di dunia.”

Eric Cantona, legenda Manchester United :

“Saya mengakui kerja Sir Alex. Tim seperti Arsenal dan Liverpool secara jelas tidak mempunyai banyak pemain Inggris. Mereka semua pemain asing. Tapi, Fergie berhasil menggabungkan pemain Inggris dan non Inggris. Fergie bisa membawa pemain terus meningkatkan permainannya.”

Apakah kalian memiliki pendapat yang berbeda dengan pendapat diatas ?

Sumber : //supersoccer.co.id

2 responses to “Pelatih-Pelatih Terbaik Eropa Musim 2010/11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s